Kenapa Remaja Muslim Tak Boleh Berpacaran

Pacaran bisa di katakan hubungan antara laki laki dan perempuan dengan tujuan untuk saling mengenal tanpa terikat dengan pernikahan. Pacaran kerap kali di benarkan dengan alasan sudah terlancur suka dan cinta sama pasangan yang bukan mahram.


Padahal pacaran itu kadang di jadikan permainan. Karena banyak orang yang berpacaran tapi bukan bermaksud menikahi tapi hanya sekedar senang-senang.

Antara manfaat dan mudhorat sebenarnya lebih banyak mudhorat yang di dapatkan dari berpacaran.

Kenapa.

1.pacaran itu seperti hubungan tanpa kepastian.
BACA JUGA;Bagaimana Cara Berdakwah Kepada Saudara Sesama Muslim Sedangkan Saya Bukanlah Seorang Ustadz



manusia bisa berencana tapi allah yang menentukan. Siapapun bisa memiliki hubungan dengan pacarnya setahun, dua tahun, lima tahun ,sepuluh tahun. Tapi jika allah tak mentakdirkan bahwa kelak pacarnya akan menikah dengan orang lain maka tak ada yang bisa dia lakukan.

walaupun  dia akan mengancam dan  melakukan bunuh diri dengan cara meloncat dari gedung yang tinggi. Dan berharap bahwa pacarnya tidak menikah dengan orang lain.
namun jika allah sudah menentukan bahwa pacarnya akan tetap menikah dengan orang itu.

Maka tak ada yang bisa dia lakukan untuk melawan takdir yang allah tentukan. Sia sia lah apa yang dia usahakan selama ini untuk menjaga pasangannya.

2.pacaran adalah ajang zina gratis.
BACA JUGA;Melihat Sisi Positif Poligami Ajaran Islam Yang Di Benci Sebagian Umatnya


Inilah alternatif yang sering di lakukan oleh mereka yang berpacaran. Melakukan perbuatan laknat dan allah haramkah yaitu berzina dengan pacarnya. Ini akan sangat merugikan kaum wanita sebenarnya.

Kenapa.

Anda tahu mereka psk yang di pinggiran jalan yang mewarkan tubuh mereka kepada laki-laki yang sanggup membayar mereka. Meskpun 50 ribu 100 ribu 500 ribu bahkan satu juta.

Mereka itu ada harganya walaupun bekas.

Sedangkan jika berpacaran laki laki dapat mengambil kehormatan wanita yang begitu berharga  secara gratis Tanpa perlu bayar sepeserpun. Dan ironisnya kadang perempuan tersebut rela mengorbankan kehormatannya dengan alasan untuk membuktikan cintanya kepada laki-laki tersebut atau dia takut kehilangan pria yang dia cintai karena itulah dia rela memberikan kehormatannya.
Padahal itu adalah zina.

Inilah akibat jika cinta membutakan manusia hingga membuat manusia lupa kepada siapa harusnya cinta itu berlabuh.

Sesunguhnya allah lah yang membuat manusia menangis dan tertawa. Dan allah juga yang memberikan rasa cinta di dalam hati manusia.

namun jika manusia terlalu berlebihan dalam mengikuti hawa nafsunya maka yang terjadi  bukanlah cinta tapi nafsu yang berasal dari godaan syetan.

Dan kaum muslimin alangkah baiknya jika anda sekarang melindungi keluarga anda dari yang namanya pacaran. Jauhkan lah mereka dari sinetron sinetron telivisi yang condong untuk mengajak perbuatan zina yang di awali dengan pacaran.

Dan Tahukah anda kadang mereka yang melakukan zina itu adalah seorang muslim
dan mereka bukanlah tidak mengetahui bahwa zina itu hukumnya haram dan di laknat oleh allah. Tapi mereka masih tetap melakukan zina.

Wahai Kaum muslimin tidak ada manusia yang aman dari godaan berzina. Meskipun dia adalah seorang yang banyak hafal ayat ayat alquran dan meskipun dia tamatan pesantren atau tamatan universitas islam.

Tidak ada jaminan dari allah bahwa dia tidak akan melakukan zina

Apalagi kita hidup di zaman sekarang di mana godaan untuk berbuat maksiat itu luar biasa.

di tambah lagi yang paling di rugikan dari pacaran itu adalah kaum wanita yang  berzina sebab dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah. Karena tidak siap ya, terpaksamelakukan aborsi hingga membunuh bayi yang tak bersalah  di dalam kandungannya.

Padahal aborsi itu sangat berbahaya bagi wanita selain resiko kematian bahkan dapat menyebabkan kerusakan rahim bagi wanita.

Oleh sebab itu alangkah baiknya janganlah kita melakukan perbuatan zina dan jagalah keluarga kita dari hal hal yang dapat mendekatkan diri kepada maksiat.






0 Response to "Kenapa Remaja Muslim Tak Boleh Berpacaran"

Post a Comment